Sabtu, 25 Oktober 2008

METODE PENELITIAN Matematika Realistik




  1. METODE PENELITIAN




  1. Tempat dan
    Waktu Penelitian




Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri
8 Kendari Semester 1 pada pokok bahasan Perbandingan Tahun Ajaran
2007/2008.




  1. Variabel, Definisi Operasional dan Desain Penelitian






    1. Variabel Penelitian





Varibel bebas dalam penelitian ini yaitu kelas yang diajar dengan
menggunakan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (kelas
eksperimen).



Varibel terikat terikat dalam penelitian ini adalah yaitu kemampuan
penalaran matematika siswa.





    1. Definisi Operasional




      1. Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan sejauh mana apa
        yang telah direncanakan dapat tercapai. Semakin banyak rencana
        yang dapat dicapai, semakin efektif pula kegiatan tersebut,
        sehingga kata efektivitas dapat pula diartikan sebagai tingkat
        keberhasilan. Dengan demikian pengertian efektivitas dalam
        penelitian ini adalah sejauh mana Pembelajaran Matematika
        Realistik efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan penalaran
        matematika siswa



      2. Kemampuan penalaran matematika adalah suatu kemampuan yang muncul
        dalam bentuk: 1) menarik kesimpulan secara logik, 2) menyusun dan
        menguji konjektur, menyusun pembuktian langsung, tak langsung, dan
        menggunakan induksi matematik, 3) merumuskan lawan contoh (counter
        examples
        ), dan 4) menyusun argumen yang valid. Kemampuan
        koneksi matematik misalnya muncul dalam bentuk: memahami
        representasi ekuivalen konsep yang sama.



      3. Pendekatan Matematika Realistik (PMR) adalah suatu pendekatan pem-
        belajaran matematika yang memiliki karakteristik: menggunakan
        masalah kontekstual, menggunakan model, menggunakan kontribusi
        siswa, terjadinya interaksi dalam proses pembelajaran, menggunakan
        berbagai teori belajar yang relevan, saling terkait, dan
        terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya.




    2. Desain Penelitian





Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen, dimana pada kelas
kontrol dan kelas eksperimen diajar oleh peneliti sendiri. Model
desain dalam penelitian ini adalah



A O1 X O2



A O1 O2



(Ruseffendi, 1998:45)



Keterangan:



A = Random



O1 = Pre-test



O2 = Post-test



X = Perlakuan




  1. Populasi dan Sampel




Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP
Negeri 8 Kendari tahun ajaran 2007/2008 semester I yang terdiri dari
4 kelas paralel dengan jumlah siswa 150 orang.



Berdasarkan informasi dari kepala sekolah dan guru matematika di
sekolah tersebut bahwa distribusi siswa perkelas secara merata tidak
berdasarkan ranking kelas, maka peneliti mengambil sampel kelas
eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 1 kelas. Pengambilan
sampel tersebut dilakukan dengan cara random sampling dari 4
kelas yang ada.




  1. Instrumen Penelitian




Instrumen penelitian adalah seperangkat tes kemampuan penalaran
berupa tes tertulis yang berbentuk esay. Peneliti menyusun 10 item
tes pokok bahasan perbandingan yang akan digunakan untuk mengukur
kemampuan penalaran siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan,
baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol.



Setiap item mempunyai skor 10 sehingga skor maksimum yang dicapai
oleh siswa adalah 100. Tes disusun oleh peneliti, selanjutnya
dikonfirmasikan dengan guru kelas VII SMP Negeri 8 Kendari.



Sebelum tes digunakan terlebih dahulu tes tersebut diujicobakan pada
salah satu kelas dari empat kelas yang ada, yaitu untuk mengetahui
validitas dan reliabilitasnya.



Untuk mengetahui validitas setiap butir soal/item maka digunakan
rumus:



(Arikunto,
2002:72)



Dimana : X = Skor item



Y = Skor total



N = Jumlah subjek



rXY = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y



Dengan kriteria pengujian pada taraf signifikan
= 0,05:



(valid)



(tidak
valid)



Kemudian untuk mengetahui reliabilitas tes maka dilakukan uji
reliabitas tes dengan menggunakan rumus Alpha yaitu:



(Arikunto,
2002:109)



Dimana : r11 = Reliabilitas soal yang
akan dicari



= Varians
skor tiap soal



= Varians
total



n = Banyaknya soal



Untuk menginterpretasikan tingkat reliabilitas tes digunakan
kriteria sebagai berikut:



Tingkat
reliabilitas tes sangat rendah



Tingkat
reliabilitas tes rendah



Tingkat
reliabilitas tes sedang



Tingkat
reliabilitas tes tinggi



Tingkat
reliabilitas tes sangat tinggi (Arikunto, 2002:75)




  1. Teknik Pengumpulan Data




Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan teknik pemberian
tes. Tes diberikan sebelum dan setelah selesai kedua kelas (kelas
eksperimen dan kelas kontrol) diberikan pembelajaran. Soal-soal yang
diberikan pada kedua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol)
adalah sama.




  1. Teknik Analisis Data




Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan dua macam
statistik yaitu statsitik deskriptif dan statistik inferensial.
Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data penelitian
yang berupa perolehan skor rata-rata, median, nilai maksimum, nilai
minimum dan standar deviasi. Sedangkan statistik inferensial
digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan
uji-t, dengan prosedur sebagai berikut:




  1. Uji Normalitas




Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang
diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Untuk keperluan ini maka
statistik yang digunakan adalah statistik Chi-Kuadrat dengan rumus:



(Sudjana,
1992:273)



Dimana : = Frekuensi
pengamatan untuk interval ke-i (i = 1, 2, 3, ....., k)



Ei = Frekuensi harapan untuk interval ke-i (i = 1, 2, 3,
....., k)



k = banyaknya kelas



= Nilai
Chi-kuadrat hitung



Kriteria pengujian adalah bahwa jika

pada taraf signifikan =
0,05 dan dk = (k – 1), maka asumsi kenormalan diterima dan
sebaliknya jika
maka
asumsi kenormalan ditolak.




  1. Uji Homogenitas Varians




Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh mempunyai varians
populasi yang sama atau tidak, maka dilakukan uji homogenitas varians
dengan menggunakan rumus:



(Sudjana,
1992:250)







Kriteria pengujian :



Pengujian dilakukan pada α = 0,05 dengan kriteria pengujian
adalah:



Tolak H0 hanya jika Fhit
Ftab artinya varians kedua kelompok tidak homogen. Untuk
harga F Lainnya H0 diterima.



Dan formulasi hipotesisnya:








  1. Pengujian Hipotesis




Setelah dilakukan uji homogenitas data kemampuan penalaran matematika
kelompok yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan
Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan kelas kontrol yang
diajar dengan menggunakan Pendekatan Pembelajaran Konvensional. Rumus
uji –t yang digunakan adalah sebagai berikut:



Jika variansnya homogen maka rumus uji-t yang digunakan adalah



(Sudjana,
1992:239)



Keterangan:



thit = Nilai hitung untuk uji-t



= rata-rata
skor responden kelas eksperimen



= rata-rata
skor responden kelas kontrol



n1 = jumlah responden kelas eksperimen



n­2 = jumlah responden kelas kontrol



S = simpangan baku gabungan



Untuk mendapatkan nilai simpangan baku gabungan digunakan rumus:



(Sudjana,
1992:239)



Keterangan:



S = simpangan baku



= Varians
kelas yang diajar dengan menggunakan Pendekatan Pembelajaran
Matematika Realistik



= Varians
kelas yang diajar dengan menggunakan Pendekatan Pembelajaran
Konvensional



n1 = Jumlah responden kelas eksperimen



n2 = Jumlah responden kelas kontrol



Kriteria pengujian:



Terima H0 jika

untuk harga-harga t lainnya H0 ditolak.



Jika varians tidak homogen uji-t yang digunakan adalah sebagai
berikut:



(Sudjana,
1992:241)



Keterangan:



= Nilai
hitung untuk uji-t



= rata-rata
skor responden kelas eksperimen



= rata-rata
skor responden kelas kontrol



n1 = jumlah responden kelas eksperimen



2 = jumlah responden kelas kontrol



= Varians
kelas yang diajar dengan menggunakan Pendekatan Pembelajaran
Matematika Realistik



= Varians
kelas yang diajar dengan menggunakan Pendekatan
Pembelajaran Konvensional



Kriteria pengujian: tolak H0 jika



Dengan:




dan




dan

pada taraf signifikan =
0,05, selain itu H0 diterima.



Jika data tidak normal maka dilakukan uji U



Untuk sampel pertama dengan

pengamatan dengan rumus:



(Supranto,
2001:304)



Untuk sampel kedua dengan

pengamatan dengan rumus:



(Supranto,
2001:304)



Keterangan:




= nilai hitung untuk uji U




= banyaknya responden dalam kelas eksperimen



=
banyaknya responden dalam kelas kontrol



=
jumlah nilai yang diperoleh responden dalam kelas eksperimen



=
jumlah nilai yang diperoleh responden dalam kelas kontrol



Kriteria pengambilan keputusan adalah:




diterima apabila




ditolak apabila



DAFTAR PUSTAKA



Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi
Revisi).
Jakarta: Bumi Angkasa.






Dalyana.
2003, Pembelajaran Matematika Realistik Pada Pokok Bahasan
Perbandingan Di Kelas II SLTP
. (Makalah Koprehensif), Surabaya:
Umiversitas Negeri Surabaya.







Dunne,
Richard, 1996. Pembelajaran Efektif (Terjemahan). Jakarta:
Grasindo.







Fahinu. 2005.Pendidikan matematika realistik indonesia Sebuah
Pendekatan Baru Dalam Proses Pembelajaran Matematika Di Sekolah
.
Makalah. BPS UPI. Bandung.







________.
2006. Konflik Kognisi Sebagai Alternatif Pendekatan Pembelajaran
Matematika Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif
.
Makalah Seminar Nasional Mahasiswa S-3 Se Indonesia Tanggal 8 April
2006 Di UPI.







________.
2007. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kemandirian
Belajar Matematika Mahasiswa Melalui Pembelajaran Generatif
. BPS
UPI. Bandung







Kamiluddin. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pokok
Bahasan Pecahan Melalui Pendekatan RME (Realistic Mathematic
Education) pada Siswa Kelas IV SD Negeri 8 Baruga Kendari
.
Kendari: Skripsi Universitas Haluoleo







Karso. 1998. Pendidikan Matematika I. Universitas Terbuka.
Jakarta.







Malihu, Asrinovelisa. 2006. Meningkatkan Kemampuan Hitung
Perkalian Dan Pembagian Siswa Kelas III SD Negeri 32 Poasia Kendari
Melalui Pendekatan PMRI
. Kendari : Skripsi Universitas Haluoleo.







Popham, W. James, 2003. Teknik Mengajar Secara Sistematis
(Terjemahan)
. Jakarta: Rineka cipta.







Roslina, 2005. Hubungan
Kemampuan Berpikir Divergen Dengan Prestasi Belajar Matematika Siswa
Kelas II SMP Negeri 10 Kendari
. Kendari: Skripsi Universitas
Haluoleo.







Ruseffendi, HET. 1998. Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan.
Semarang: IKIP PRESS.







Saragih, Sahat. 2007. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis Dan
Komunikasi Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui
Pendekatan Matematika Realistik.
Disertasi. Bandung: UPI. Tidak
Diterbitkan.







Sudarsiah. 2006. Meningkatkan Kemampuan Hitung Pecahan Desimal
Siswa Kelas VI SD Negeri 32 Poasia Kendari melalui Pendekatan
Pembelajaran Matematika Realistik
. Kendari: Skripsi Universitas
Haluoleo.







Sudjana. 1992. Metoda Statistika Edisi
ke-5.
Bandung: Tarsito.







Supranto, J. 2001. Statistik
Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Erlangga.







Tati Andriyati, 2006. Efektivitas
Penggunaan Kartu Bilangan dalam Mengajarkan Konsep Penjumlahan dan
Pengurangan Bilangan Bulat di Kelas IV SD Negeri 15 Baruga Kendari
.
Kendari: Skripsi Universitas Haluoleo.







Usman, Moh. Uzer., 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung:
Remaja Rosdakarya.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar