Senin, 22 September 2008

Penemuan Email dan sejarah lambang @

Surat elektronik atau electronic mail pertama yang berhasil dikirimkan antara dua mesin berhasil dilakukan oleh seorang insinyur pendiam Roy Tomlison di BNN suatu hari di tahun 1972. Sebelumnya, Tomlison telah enulis program mail untuk Tenex, system operasi yang dikembangkan BNN, yang hingga sekarang masih beroperasi pada mesin-mesin PDP-10 ARPANET. Program mail ini dirancang menjadi dua bagian : untuk mengirim pesan, Anda akan menggunakan program yang disebut SNDMSG; sementara untuk menerima pesan, anda menggunakan bagian yang lain yang disebut READMAIL.
Tomlison memutuskan untuk mengambil manfaat dari dua computer PDP-10 yang dipasang dikantor Cambridge: nyatanya keduanya adalah mesin-mesin BNN yang sama yang digunakan agar terhubung dengan ARPANET. Pecan-pekan sebelumnya ia berhasil melakukan uji coba file-transfer yang disebut CPYNET. Kemudian ia melakukan sedikit modifikasi sehingga prose situ bisa membawa sebuah pesan dari satu mesin dan menjatuhkannya kemesin yang lain.
Meski secara teknis program Tomlison terkesan sepele, secara kultular tetaplah sebuah venomena yang revolusioner. ‘SNDMSG telah membuka pintu’, ujar Dave Crocker, adik kandung Steve Crocker sang pelopor e-mail yang bisa digunakan secara luas. ‘Tomlison berhasil menciptakan interkonektivitas pertama, dan semua orang mengambil manfaat dari situ.Tomlison memang popular berkat SNDMSG dan CYPNET. Tapi justru terkemuka dan dianggap brilian (ia sendiri mengatakan hanya karena ingin tahu) berkat keputusan yang ia buat saat menulis program-program ini. Ia ingin memisahkan, dalam alamat e-mail nama pengguna dari mesin yang digunakan. Lalu bagaiman cara memisahkannya? Ia menginginkan sebuah karakter yang tidak akan bertabrakan dengan nama pengguna. Lalu ia memandangi keyboard yang ia gunakan model 33 Teletype. Selain huruf dan angka, ada selusin lebih lambang (mark) yang tersedia.
”Karena saya yang pertama, jadi saya bisa leluasa memilih pungtuasi yang saya inginkan’, ujar Tomlison. ’Saya memilih lambang @,” ujarnya (lihat Katie Hafner dan Matthew Lyon, hal 192). Karakter ini menurut dia lumayan menbantu karena mirip huruf a untuk address atau alamat lembaga pemilik alamat e-mail yang dituju. Ia tidak menyadari betapa saat itu ia sedang menciptakan sebuah icon untuk internet.:)]






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar